Paparan dan Diskusi “Cara Malaysia Mbangun Deso”

 

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo dengan programnya “Bali Deso Mbangun Deso”, ternyata tidak sendirian. Memberdayakan potensi petani di pedesaan ternyata¬† juga dilakukan oleh Malaysia, untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya, pilar kemakmuran Malaysia juga bertumpu di pedesaan. It’s the right track.

 

Hal itu dijabarkan dalam diskusi “Cara Malaysia Mbangun Deso” yang diselenggarakan Yayasan Obor Tani di Green Resto Hortimart Agro Center Jalan Gatot Subroto Bawen, Sabtu (19/3).

 

Bertindak selaku pembicara adalah Penanggung Jawab Pemberdayaan Petani Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) Mohd Zulkifli Mohd Zainudin (Penyelaras Kursus MARDI) dan ahli buah naga Dr. Haji Zainudin Hj Meon, Ph. D (Pengurus Stesen/ Pegawai Penyelidik Prinsipal MARDI).

 

Zulkifli menjelaskan, sejumlah hambatan dalam pengembangan pertanian di Malaysia ini adalah luas lahan yang sempit, kekurangan benih, biaya pupuk, pestisida, antibiotik yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, investasi swasta kecil dan adanya perdagangan bebas. untuk mengantisipasi masalah ini, pertanian Malaysia diarahkan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi. Riset-riset teknologi pertanian baru, terus dikembangkan.

 

“Membangunkan teknologi baru berorientasikan pasaran dan menambah baik teknologi konvensional yang sedia ada,” tutur Zulkifli menjabarkan salah satu fokus penelitian yang dilakukan MARDI.

 

Lewat serangkaian penelitian dan persilangan varietas tanaman, telah didapatkan benih-benih unggul. Kemudian mesin-mesin modern juga dibuat untuk menghemat tenaga dan efisiensi produksi. Dengan upaya-upaya penggunaan teknologi ini, maka produksi pertanian di Malaysia semakin ekonomis tapi tetap mampu menjaga mutu. Imbasnya, para petani yang diuntungkan dengan hal itu.

 

Ketua Yayasan Obor Tani (Yabortan) Budi Dharmawan menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Yabortan dengan MARDI dalam meningatkan teknologi pertanian dan pemberdayaan petani.

*pernah dimuat di koran Radar Semarang, 20 Maret 2011