Obortani & Rekor Duren
Ukuran tak lazim varietas legendaris durian monthong asal Thailand baru saja berhasil dipanen di Plantera kebun buah Kalisidi Kecamatan Gunungpati Semarang. Tak tanggung-tanggung, komoditas buah yang memiliki produktivitas serta keawetan tinggi ini memiliki bobot 13,8 kilogram dengan lima juring. Berat ini tentu saja diatas rata-rata monthong normal yang kisarannya hanya 4-5 kg. Bahkan dari plantera milik pengusaha perkebunan Budi Darmawan ini, varietas monthong berukuran di atas standar paling hanya berbobot 11 kg, 9 kg, atau 7 kg.

P.Budi dan Rekor MURI

Petani desa binaan Yayasan Obor Tani yang sebagian besar kader-kader muda di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang berhasil membudidayakan melon dari varietas Honey Globe hingga mencapai berat 4,26 kilogram per buahnya. Tidak hanya ratusan bahkan ribuan buah melon yang beratnya rata-rata di atas 3 kg ini, menjadi melon paling berat dan besar yang pernah ditanam dan tumbuh di tanah Indonesia.

Oleh: Pratomo, SP *)

Air adalah salah satu faktor penentu keberhasilan pertanian. Tanpa air, jangan berharap tanaman bisa tumbuh apalagi panen. Problematika air pada musim kemarau di Indonesia khususnya Jawa Tengah sampai dengan jaman “Bali Deso Mbangun Desa” saat ini belum juga terselesaikan. Seperti cerita tantangan Columbus -pengeliling dunia- tentang bagaimana cara membuat telur rebus bisa berdiri, masalah air ini sebenarnya juga mudah kalau sudah tahu caranya. Jawabannya adalah dengan membangun waduk mini.
_________________

P.Budi dan P.Gatot di WadukPERTANIAN menurut tingkat ketersediaan air dibagi menjadi dua yaitu: Pertanian persawahan dengan irigasi cukup dan petanian pertanian ladang lahan kering yang hanya mengandalkan hujan. Pertanian sawah sudah pernah diurus pemerintah dengan baik pada rentang tahun 1970-1980-an dengan membangun sarana dan prasarana irigasi pertanian termasuk waduk-waduk berskala besar, berikut saluran air dari mulai saluran primer hingga tersier, didukung pemenuhan tenaga penyuluh pertanian dengan jumlah dan kompetensi yang cukup, dibangunkan balai benih dan pabrik pupuk yang kredibel, Kredit Usaha Tani yang nggenah, Program Intensifikasi Pertanian, Panca Usaha Tani dan pembinaan kelompok tani yang tepat, membuat pada era tersebut pertanian Indonesia meraih masa keemasan dengan berhasil swasembada pangan.

Waduk MiniSampai kemudian korupsi yang mulai merajarela di akhir 1980-an hingga saat ini, merampas hak-hak petani untuk men­dapatkan air. Waduk-waduk raksasa seperti Jatiluhur, Mrica, Sempor, Karang­kates, Kedungombo beserta infrastruktur yang sudah dibangun susah payah itu, kini tak lagi terpelihara dengan baik. Sedimentasi akut telah mendangkalkan sekaligus mengurangi daya tampung air waduk-waduk besar tersebut.

Oleh: Pratomo, SP *)

Baru-baru ini ada iklan bantuan instalasi air bersih dan pompa air di Nusa Tenggara Timur dari program Corporate Social Responsibility (CSR) sebuah produsen air mineral ternama. Tampak seseorang memukul pemberat klep untuk menghidupkan pompa air. Itulah pompa hidram sebuah teknologi pompa air tanpa listrik dan BBM. Dengan semakin mahalnya bahan bakar, energi dan isu lingkungan membuat pompa Hidram semakin relevan.
———————
Ruwadi Memperbaiki Hidram

Sesuai hukum gravitasi, air selalu mengalir dari tempat tinggi menuju yang lebih tempat rendah. Sepertinya mustahil kalau harus menaikkan air dari sumber atau alirannya menuju tem­pat yang lebih tinggi, tanpa bantuan energi listrik atau bahan bakar minyak (BBM).

Tetapi apabila suatu ketika Anda ber­kun­jung ke perkebunan teh di Pur­wa­karta-Jawa Barat atau perkebunan jambu air di Singorojo, Kendal-Jawa Tengah, Anda akan melihat bagaimana air dialirkan dari sungai yang berada di hilir, naik mendaki perbu­kitan dengan selisih keting­gian hingga puluhan meter, yang berjarak ratusan meter, antara rumah pompa dengan tandon air di puncak bukit. Semua itu digerakkan oleh sebuah pompa, hebatnya lagi pompa itu tidak digerakkan oleh motor listrik atau motor bakar dengan BBM.

Oleh : Pratomo, SP *)

Suwarga nunut, Neraka katut. Mungkin kiasan itu cocok menggambarkan kehidupan perempuan-perempuan di sekitar wilayah perkebunan. Terjemahan bebasnya adalah: Jika dalam kondisi enak (surga) perempuan boleh nunut (membonceng), kalau yang dinunuti (laki-laki) memperbolehkan. Tapi kalau dalam kondisi sengsara (neraka), perempuan mau nggak mau, pasti harus ikut (katut).
_______________

Sebelum menelaah kehidupan kaum perempuan di sekitar wilayah perkebunan, ada baiknya kita masuk terlebih dahulu ke wilayah etika yang mendasari suatu pembangunan budaya dalam masyarakat. Mengacu pada Carol Gilligan pencetus etika kepedulian (ethic of care) -tokoh feminis tahun 1970, di dalam bukunya Different Voice, menyatakan bahwa perempuan memiliki etika yang berbeda dari pria. Etika pria adalah etika yang secara rasional di dasarkan pada penetapan hak dan kewajiban. Etika pria tersebut ditujukan untuk membentuk “subjek yang otonom”, yaitu subyek yang mandiri dalam berfikir dan bertindak mengambil keputusan sendiri tanpa didikte oleh orang lain. Karena itulah etika pria disebut etika keadilan.

mandor kebun teh

Masih dalam buku yang sama, dinyatakan oleh Gilligan, karena perempuan bisa hamil dan melahirkan anak, maka perempuanlah yang dianggap harus membesarkan anak, disinilah terbukti bahwa etika keadilan yang didasarkan pada “hak dan kewajiban” tidak cocok untuk perempuan. Karena mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak bukan soal “hak dan kewajiban”, melainkan soal “kepedulian”. Sejak pernyataan Gilligan itulah etika kepedulian mulai mendapat pengikut, karena di dalam etika kepedulian-lah terdapat: keadilan. (Donny Danardono, 2009).

Tentang Yayasan Obor Tani

Adalah sekelompok Akademisi, Pengusaha, Aktivis Sosial, Nasionalis Non-Partisan, Peneliti yang berlandaskan ketulusan dan pengabdian kepada bangsa dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat khususnya para petani. [...] Selengkapnya »


Testimonials

Saya adalah alumni pendidikan Magang Tani Obor Tani, sekaligus 1,5 tanun menjadi kader Obor Tani. Pendidikan terpadu telah membuka mata saya tentang permasalahan pertanian Indonesia dan solusi pemecahannya, sangat membantu tugas saya sebagai wakil rakyat.

Syarif M. Abdillah
Sekretaris Komisi B DPRD Wonosobo

Statistik